"AkQuwHh bbencyy hRi ne cOzz g4G biysa4a planx k hummz or kussnt...coUok kkUuuhh gy ngmBexx.."
Ngerti ga ini dibacanya apa? Kalo orang waras yang nulis kira-kira akan jadi seperti ini, "Aku benci hari ini karena nggak bisa pulang ke rumah atau ke kosan. Cowokku lagi ngambek." Well, sepertinya alien dari planet mars mulai meracuni ABG di negara kita... huffhh... cape dweehh...
Aku heran sama anak-anak sekarang, bahasa tulisan mereka itu lho bikin kepala pusing karena harus konsentrasi penuh membacanya agar bisa menangkap apa yang mereka tulis. Entah dari mana dan sejak kapan tulisan ini berasal dan apa pula maksudnya tapi yang jelas gaya tulisan seperti ini sangat mengganggu. Dan nggak keren sama sekali!
Banyak pihak yang mengeluhkan kebiasaan anak-anak itu. Termasuk diantaranya adalah para guru. Banyak guru yang kesulitan membaca tulisan murid-muridnya seperti ini hingga mereka terpaksa memberikan sanksi berupa merobek buku catatan anak didiknya. Seperti yang dialami Mila (samaran) seorang siswi kelas dua SMP di kota Bandung.
Hari itu Mila diberi tugas oleh guru Bahasa Indonesianya membuat karangan tentang dampak tayangan televisi bagi pelajar. Awalnya tulisan Mila normal seperti biasanya, tapi sejak dia kenal Facebook dan sering menulis status dengan gaya tulisan seperti itu, ia jadi keasyikan. Lama-lama jadi kebiasaan dan akhirnya dia terkena amnesia, lupa pada tulisan resmi sesuai standar EYD. Dan pada tugas karangan itu pun Mila menulis dengan bahasa "gaul" nya.
Ketika pembagian hasil, Mila diberi nilai NOL BESAR. Padahal karangannya cukup bagus dan paling tidak ia berhak mendapat nilai delapan. Tapi karena bahasa tulisannya yang aneh itu, ia tidak mendapatkan apapun bahkan di depan kelas ia dikritik habis-habisan oleh gurunya dan puncaknya buku catatan Mila dirobek dengan sadis di depan kelas. Kejadian itu membuat takut seluruh siswa dan akhirnya mereka "insyaf" dengan berusaha menulis dengan bahasa tulisan yang benar.
Tanggal 28 Oktober nanti bangsa kita akan memperingati Sumpah Pemuda dimana salah satu butirnya adalah 'Berbahasa Satu Bahasa Indonesia'. Maka dari itu, marilah kita gunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar atau paling tidak, gunakan bahasa yang normal yang mudah dimengerti oleh semua orang. Bukan cuma bahasa lisan tapi juga bahasa tulisan.
Oke...sepakat ya semuaaa.... JANGAN TULIS GITU LAGI!!!
Ngerti ga ini dibacanya apa? Kalo orang waras yang nulis kira-kira akan jadi seperti ini, "Aku benci hari ini karena nggak bisa pulang ke rumah atau ke kosan. Cowokku lagi ngambek." Well, sepertinya alien dari planet mars mulai meracuni ABG di negara kita... huffhh... cape dweehh...
Aku heran sama anak-anak sekarang, bahasa tulisan mereka itu lho bikin kepala pusing karena harus konsentrasi penuh membacanya agar bisa menangkap apa yang mereka tulis. Entah dari mana dan sejak kapan tulisan ini berasal dan apa pula maksudnya tapi yang jelas gaya tulisan seperti ini sangat mengganggu. Dan nggak keren sama sekali!
Banyak pihak yang mengeluhkan kebiasaan anak-anak itu. Termasuk diantaranya adalah para guru. Banyak guru yang kesulitan membaca tulisan murid-muridnya seperti ini hingga mereka terpaksa memberikan sanksi berupa merobek buku catatan anak didiknya. Seperti yang dialami Mila (samaran) seorang siswi kelas dua SMP di kota Bandung.
Hari itu Mila diberi tugas oleh guru Bahasa Indonesianya membuat karangan tentang dampak tayangan televisi bagi pelajar. Awalnya tulisan Mila normal seperti biasanya, tapi sejak dia kenal Facebook dan sering menulis status dengan gaya tulisan seperti itu, ia jadi keasyikan. Lama-lama jadi kebiasaan dan akhirnya dia terkena amnesia, lupa pada tulisan resmi sesuai standar EYD. Dan pada tugas karangan itu pun Mila menulis dengan bahasa "gaul" nya.
Ketika pembagian hasil, Mila diberi nilai NOL BESAR. Padahal karangannya cukup bagus dan paling tidak ia berhak mendapat nilai delapan. Tapi karena bahasa tulisannya yang aneh itu, ia tidak mendapatkan apapun bahkan di depan kelas ia dikritik habis-habisan oleh gurunya dan puncaknya buku catatan Mila dirobek dengan sadis di depan kelas. Kejadian itu membuat takut seluruh siswa dan akhirnya mereka "insyaf" dengan berusaha menulis dengan bahasa tulisan yang benar.
Tanggal 28 Oktober nanti bangsa kita akan memperingati Sumpah Pemuda dimana salah satu butirnya adalah 'Berbahasa Satu Bahasa Indonesia'. Maka dari itu, marilah kita gunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar atau paling tidak, gunakan bahasa yang normal yang mudah dimengerti oleh semua orang. Bukan cuma bahasa lisan tapi juga bahasa tulisan.
Oke...sepakat ya semuaaa.... JANGAN TULIS GITU LAGI!!!

